Kamis, 24 Februari 2011

Salah Asuhan

Oleh: Abdul Moeis

Corrie de Bussee, gadis Indo-Belanda yang cantik, lincah dan menjadi dambaan setiap pria yang mengenalnya. Corrie berteman dengan Hanafi dari sejak kecil. Hanafi sendiri adalah laki-laki muda asli Minangkabau, berpendidikan tinggi dan berpandangan kebarat- baratan. Bahkan cenderung memandang rendah bangsanya sendiri. Karena selalu bersama-sama akhirnya mereka saling mencintai. Tapi cinta mereka itu tidak dapat disatukan karena perbedaan bangsa, jika orang Bumiputera menikah dengan keturunan Belanda dan sampai menikah, mereka akan dijauhi oleh para keluarganya dan orang lain. Corrie pun akhirnya pergi yang tadinya tinggal di Minangkabau menjadi di Betawi. Perpindahan itu sengaja ia lakukan untuk menghindar dari Hanafi dan meneruskan sekolahnya di sana. Akhirnya ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah. Rapiah adalah sepupu Hanafi, gadis Minangkabau sederhana yang berperangai halus, taat pada tradisi dan adat sukunya. Ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah yaitu untuk membalas budi pada ayah Rapiah yaitu Sutan Batuah yang telah membantu membiayai sekolah Hanafi. Tapi Hanafi awalnya tidak mau karena cintanya hanya untuk Corrie saja. Akhirnya dengan bujukan ibunya walaupun terpaksa ia menikah juga dengan Rapiah. Karena Hanafi tidak mencintai Rapiah, Rapiah hanya diperlakukan seperti babu di rumahnya. Mungkin Hanafi juga menganggap Rapiah itu tidak ada, jika banyak temannya orang Belanda yang datang ke rumahnya. Hanafi dan Rapiah dikarunia seorang anak laki-laki yaitu Syafei. Suatu hari, Hanafi digigit anjing gila, maka dia harus berobat ke Betawi agar sembuh. Di Betawi Hanafi dipertemukan kembali dengan Corrie. Di Betawi, Hanafi menikah dengan Corrie dan mengirim surat pada ibunya bahwa dia menceraikan Rapiah. Ibu Hanafi dan Rapiah pun sangat sedih, tetapi walaupun Hanafi seperti itu, Rapiah tetap sabar dan tetap tinggal dengan Ibu Hanafi. Perkawinannya dengan Corrie ternyata tidak bahagia, sampai-sampai Corrie dituduh suka melayani laki-laki lain oleh Hanafi. Akhirnya Corrie pun sakit hati dan pergi dari rumah menuju Semarang. Corrie sakit Kholera dan meninggal dunia. Hanafi sangat menyesal telah menyakiti hati Corrie dan sangat sedih atas kematian Corrie, Hanafi pun pulang kembali ke kampung halamannya dan menemui ibunya. Pekerjaannya Hanafi hanya termenung saja dan tidak terlalu bergairah. Hanafi sakit, kata dokter dia minum sublimat dan akhirnya dia meninggal dunia.

Unsur Intrinsik :

1. Tema          : Adat istiadat

2. Alur             : Alur maju

Novel ini menceritakan bagaimana awal Hanafi dan Corrie berteman hingga mereka meninggal

3. Setting           : Tempat : lapangan tenis di Minangkabau, rumah Corrie dan rumah Hanafi di Minangkabau, Betawi (Jakarta) dan Semarang

4. Suasana      : Penyesalan : Hanafi menyesal telah menyakiti hati Corrie

5. Perwatakan :

- Hanafi : egois dan keras kepala

- Corrie : baik dan mudah bergaul

- Rapiah : sabar dan lembut

- Ibu Hanafi : sabar

- Syafei : berani

6. Amanat         : Jangan memaksakan suatu pernikahan yang tidak diinginkan oleh pengantin tersebut, karena akhirnya akan saling menyakiti keduanya.

 

Unsur Ekstrinsik :

Nilai adat istiadat : Adat istiadat pada saat itu tidak memperbolehkan seorang wanita atau pria dengan perbedaan bangsa, bersatu untuk saling mencintai

Nilai pendidikan : Kepindahan Corrie ke Semarang untuk meneruskan sekolahnya disana

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Makalah Manajemen Sumber Daya Manusia

Posting Populer