Minggu, 13 Januari 2013

Manfaat Cacing Tanah Bagi Kesehatan Manusia

PENDAHULUAN


a. Latar Belakang Masalah
Dewasa  ini penggunaan berbagai macam organisme baik hewan maupun tumbuhan banyak digunakan oleh para ahli untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Salah satu jenis organisme yang digunakan adalah cacing tanah yang dikenal dengan nama ilmiah Lumbricus rubellus. kita  mengetahui bahwa  masyarakat  kurang  mengerti  manfaat  dari  cacing  tanah (lumbricus rubellus).  Selama  ini  kita  beranggapan  bahwa  cacing  tanah  merupakan  hewan yang  menjijikkan  dan  tak banyak memiliki  manfaat.  Padahal   cacing  tanah  memiliki  banyak  manfaat  bagi  kesehatan  manusia. Diantaranya  untuk  penyakit  tekanan  darah  rendah, tekanan  darah  tinggi, kencing  manis,  tipus,  rematik  dan  penyakit  kronis  lainnya.

b. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana para ahli menggunakan organisme untuk menyembuhkan berbagai penyakit?

  2. Bagaimana masyarakat mengganggap bahwa cacing tanah kurang memberikan manfaat terhadap kesehatan?

  3. Apa saja manfaat yang dihasilkan dari cacing tanah ini?


c. Pembatasan masalah

Pada indentifikasi masalah ditemukan berbagai masalah tentang hal-hal yang terkait tentang manfaat cacing tanah untuk kesehatan manusia. Oleh karena keterbatasan penelitian dari segi waktu, dan kemampuan, maka penulis membatasi masalah dalam penulisan laporan ini. Adapun masalah yang dibahas pada laporan ini adalah kesulitan mengumpulkan informasi dari berbagai literatur yang ada..
d. Rumusan masalah

Bedasarkan  uraian  diatas, maka  penulis  menuliskan  rumusan  masalah  sebagai  berikut:

  1. Penyakit  apa  saja  yang  dapat  disembuhkan  oleh cacing  tanah ?

  2. Apa  saja kandungan  nutrisi  dari  cacing  tanah ?

  3. Bentuk  cacing  tanah  yang  mana  yang  dapat  dibuat  untuk  pengobatan ?

  4. Bagaimana  pengolahan  cacing  tanah  untuk  pembuatan  obat.

  5. Daerah  mana  yang  sudah  mengkonsumsi  obat dari  cacing  tanah ?


e. Tujuan penelitian

Adapun   beberapa  tujuan  yang ingin  dicapai  melalui  penulisan  Karya  Tulis  ini  yaitu:  mengetahui  penyakit  yang  dapat disembuhkan  cacing  tanah, mengetahui  kandungan nutrisi  dari  cacing  tanah, menjelaskan  jenis – jenis cacing  tanah  untuk pengobatan, menjelaskan  cara  pengolahan  cacing  tanah  untuk pengobatan dan mengetahui daerah  yang telah mengkonsumsi  cacing  tanah  untuk pengobatan.
f. Manfaat penelitian

Adapun manfaat  dari  penulisan   Karya  Tulis  ini  baik  bagi penulis  maupun  pembaca  adalah   untuk  menambah  pengetahuan  dan  pengalaman  dalam bidang  kesehatan  baik  dalam  proses  pencegahan  maupun  penyembuhan  penyakit  agar  dapat  meningkatkan  kualitas  hidup  sehat.

LANDASAN TEORI


Lumbricus  Rubellus

Diantara lebih dari 1800 jenis cacing yang dikenal oleh para ilmuwan ada dua jenis cacing yang biasa kita pakai di dalam budidaya cacing dan proses pembuatan pupuk organik, yaitu jenis Caing Lumbricus Rubellus dan Eisenia Fetida (cacing Tiger/harimau)

Cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus adalah cacing tanah yang tergolong dalam kelompok binatang avertebrata (tidak bertulang belakang) yang hidupnya di tanah yang gembur dan lembab. Cacing ini adalah salah satu jenis cacing yang termasuk dalam kelompok cacing epigeic. Kedua jenis cacing ini sangat mudah untuk diternak ,selain itu perkembangbiakannya sangat cepat dibanding dengan jenis cacing lain.

Limbah kotoran sapi sangat bagus untuk pertumbuhan berat badan dan perkembangbiakancacing lumbricus Rubellus. Apa bila kita masukan 1 kg cacing lumbricus Rubellus pada satu kotak yang berisi media campuran 1 kg serbuk gergaji yang telah kita rendam dalam air dengan tujuan untuk menghilangkan getah dan bau, dengan 3 kg kotoran sapi yang sudah lama atau sudah menghitam. Lalu kita berikan pakan dari ampas tahu atau ampas aren, maka dalam jangka waktu dua minggu cacing tersebut akan bertelur.

Setelah terlihat telurnya matang atau terlihat kekuningan, kita pisahkan antara cacing induk dengan telornya, induknya kita simpan kemedia yang baru dan telor yang berada dimedia tadi kita biarkan selama kurang lebih dua minggu, maka telor tersebut akan menetas setelah menetas baru kita kasih pakan secara rutin, dalam waktu satu bulan kemudian atau paling lambat 6 minggu cacing tersebut telah jadi dewasa dan siap bertelur seperti induknya.

Sementara itu, Induknya yang sudah bertelur, setelah dua minggu kemudian dia akan bertelur lagi. Terus begitu, bila pakannya bagus induk cacing tersebut setiap dua atau tiga minggu sekali ia akan bertelur. Dalam dua bulan dia akan menghasilkan empat keturunan, bila kita punya induk sebanyak 100kg dalam dua bulan kita akan punya 800kg calon anak cacing, bahkan bisa saja lebih karena setiap satu butir telur cacing lumbricus rubellus berisi 4 ekor anak cacing.

PEMBAHASAN




  1. Manfaat  Lumbricus  Rubellus


 Daging  cacing  tanah  merupakan  salah   satu  sebagai  alternative  pengobatan  bagi kehidupan  manusia.  Banyak  khasiat daging  cacing  tanah bagi  kesehatan  manusia.  Lumbricus  Rubellus  dapat  menjadi obat  yang  manjur  untuk  menyembuhkan  berbagai  penyakit. Diantaranya  ialah  penyakit  tekanan darah rendah dan tekanan darah  tinggi, kencing manis, tipus, rematik, disentri, maag, muntaber, asma dan penyakit  kronis  lainnya.

Hasil – hasil  penelitian  pun telah menguak  multi manfaat  cacing tanah. Hewan  ini mengandung  berbagai enzim  penghasil  antibiotic  dan  asam  arhidonat  yang   berkhasiat  menurunkan  demam. Sejak tahun  1990  di Amerika  Serikat  cacing  ini  dimanfaatkan  sebagai  penghambat  pertumbuhdan  kanker.  Di Jepang  dan Australia,  cacing  tanah  dijadikan sebagai  bahan  baku  kosmetika. Penelitian  laboratorium  mikrobiologi  fakultas  Matematika dan Ilmu  Pengetahuan  Unpad Bandung  tahun 1996  menunjukkan  bahwa  ekstra  cacing  rubellus  mampu  menghambat  pertumbuhan  bakteri  pathogen  penyakit  tipus  dan diare.

Cacing  rubellus  memiliki  beberapa  kandungan  yang bermanfaat  bagi manusia  jika  dimakan, penyembuhan  dengan  memanfaatkan  daging  cacing  dilakukan  pada  saat  kita  sehat. Penyembuhan itu  harus  melalui  proses  jauh  sebelum  sakit  tiba,  mereka  yang sering  menderita  tipes, demam, batuk flu, dll. Perlu banyak  mengkonsumsi cacing  agar  memiliki  ketahanan.

Memang  tak  ada  informasi yang jelas,  kapan  cacing  dianggap  berkhasiat. Tapi,  Lumbricus  rubellus  punya  manfaat  medis. Sudah diteliti  para  ilmuwan Amerika.  Dari sanalah  ditemukan  bahwa  lumbricus  punya  kemampuan mengubah  Omega – 6  menjadi Omega – 3. Omega  3  ini dapat  mencegah  terjadinya  pengerasan pembuluh darah  yang diakibatkan  oleh  lemak.  Dalam penelitian  itu juga dilakukan percobaan  dengan mengisolasi  bahan kimia  yang  ada  pada   tubuh  lumbricus  rubellus. Kemudian menumbuhkannya  ke  sel  tubuh  manusia.  Ternyata bahan kimia  itu dapat  mengurangi  gangguan  di pembuluh  arteri  yang dapat  mengakibatkan  serangan  jantung. (mhtml; file : /IF/ Sentral Infromasi IPTEK.mht )

 

  1. Kandungan  Nutrisi  Lumbricus  Rubellus


 Daging  Lumbricus  Rubellus  memiliki beberapa  kandungan  nutrisi, diantaranya  mengandung  kadar  protein  sangat  tinggi, yaitu  sekitar 76 %. Kadar  ini  lebih tinggi  dibandingkan dengan daging  mamalia (65’1)  atau  Ikan (50’1).  Begitu  juga  dengan   asam – asam  amino  esensialnya.   Selain  itu bahan  tersebut  diketahui  pula  mengandung  alfa  tokoferol   atau  vitamin  f   yang  berfungsi  sebagai  anti  oksidan.

Selain  itu  mnurut  Laverach (1963)  kandungann  nutrisi  daging  lumbricus  rubellus  terdiri  dari  16  % protein, 17 %  karbohidrat, 45 % lemak  dan  abu  1,5 %.  Sedangkan   kadar  bahan  keringnya  16,38 %, kandungan protein  53,5% – 71,5 %  dimiliki  lumbrecus  terrestris  dengan  kadar  bahan  antara  15 – 20 %. Hewan  – hewan  ini  juga  mengandung  protein  asam amino  berkadar  tinggi  yang sangat  diperlukan  untuk  kekebalan  tubuh  melawan  berbagai  macam penyakit.

 

  1. Cara  Pengolahan Cacing  Tanah


Ada  beberapa   cara  /  proses  dalam  mengolah  daging  lumbricus  rubellus,  diantaranya  ;  proses  pengolahan  kapsul  cacing  tanah dilakukan  dengan  system higroscopy.  Yaitu  kandungan  air  cacingt  tanah  diserap  dengan  menggunakan  kain  kasa.

Selain  itu  ada  juga  cara  pengolahan cacing  tanah  tersebut,..  caranya ialah sebagai berikut:

  1. Cari  cacing  tanah  merah  yang  bentuknya  kecil – kecil, (cacing kruntel  yang biasa  digunakan untuk  umpan  memancing  ikan)  dan  bukan cacing  yang hitam  dan besar.

  2. Bersihkan dan pastikan sudah  tidak  ada  unsur  tanah  atau  kotoran  lain, sekedar  untuk  menjaga  higienisnya saja.

  3. Tuangkan  air  kira – kira  3  gelas  untuk ukuran  diminum  3  X sehari.

  4. Masukkan  cacing  dan  rebus  hingga  mendidih.`

  5. Saring  dan ambil  airnya saja.

  6. Dinginkan  sebentar  atau  minumkan  hangat – hangat.


Saran saya  si penderita  jangan sampai  melihat  proses  memasaknya  supaya  tidak  merasa  jijik  sehingga  membuat  penderita  tidak  mau  meminumnya.

  1. Daerah  Yang  Mengkonsumsi  Cacing  Tanah  Untuk  Pengobatan


Obat – obatan yang menggunakan jenis organisme  cacing  tanah  ini  atau  lumbricus  rubellus  telah  menjadi  pasaran  di berbagai  daerah seperti di  Cina, Indonesia, Jepang dan negara – negara lainnya.  Obat yang  berbahan  baku  cacing  yang  resepnya  dari  cina, selain  itu  Negara  Amerika  pun  telah  meneliti  daging  lumbricus  rubellus  untuk  digunakan sebagai  kapsul  cacing  tanah.

Di Indonesiapun telah  mendulang uang  dan  bisnis  cacing.  Contohnya Aep Saefudin  yang tertarik  menggeluti  usaha  obat dari  cacing   dirumahnya  di  daerah  Kopo,  Bandung.  Di Denpasar  pun telah  menggunakan  cacing  tanah  sebagai  obat  alternative  penyakit  tipus.

PENUTUP


A. Kesimpulan

Kesimpulan  yang  dapat  diambil  dari karya  Ilmiah  ini  adalah sebagai berikut  :

  1. Penyakit  yang  dapat  disembuhkan  oleh  cacing  tanah  atau lumbricus  rubellus  adalah  penyakit  tekanan  darah  rendah  dan  tekanan darah  tinggi, kencing manis, tipus, rematik, disentri, maag, muntaber, asam  dan penyakit  kronis  lainnya.

  2. Lumbricus  rebellus  memiliki kandungan nutrisi. Diantaranya  mengandung  kadar  protein sangat  tinggi  yaitu, sekitar 76 %,  protein asam  amino  berkadar  tinggi, 17 %  karbohidrat, 45 % lemak  dan  abu  1,5 %.

  3. Cara  pengolahan  lumbricus  rubellus  di  antaranya  :  proses  pengolahan  kapsul  cacing  tanah  dilakukan  dengan  system  higroscopy.  Yaitu  kandungan  air cacing  tanah  diserap  dengan manggunakan  kain kasa.


B. Saran

Dengan  menyelesaikan  Karya  Tulis  ini, penulsi  berharap  agar  masyarakat  di Indonesia  mencoba  untuk  mengkonsumsi  obat dari  Lumbricus  Rubellus  yang  merupakan  obat  tradisional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Makalah Manajemen Sumber Daya Manusia

Posting Populer