Tampilkan postingan dengan label Ringkasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ringkasan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2015

Ringkasan Pola Kegiatan Ekonomi

A.  POLA KEGIATAN EKONOMI
Manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhannya untuk dapat bertahan dan melanjutkan kehidupannya. Kegiatan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang beragam disebut kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi penduduk umumnya mempunyai pola berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi. Ini berarti bahwa pola kegiatan ekonomi penduduk banyak ditentukan oleh keberadaan penduduk tersebut bertempat tinggal di bumi ini.
Tahukah kamu mengapa Indonesia sering disebut negara agraris? Hal ini karena sebagian besar penduduknya hidup dari bercocok tanam, dan tanahnya cocok ditanami berbagai tanaman. Tanaman tersebut dapat dijadikan sebagai bahan makanan kebutuhan sehari-hari, makanan ternak, obat, maupun peralatan rumah tangga.
Jika penduduk mendiami lahan yang datar, namun tanahnya kering maka paling sesuai mata pencahariannya adalah berkebun. Begitu pula penduduk yang mendiami permukaan bumi yang berada di sekitar garis pantai, kegiatan nelayanlah yang paling sesuai sebagai mata pencahariannya.
B.  Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan oleh manusia dapat diartikan sebagai campur tangan manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, baik berupa kebutuhan material maupun nonmaterial (spiritual).
Lahan dimanfaatkan dengan diolah sehingga menghasilkan dan akhirnya dapat digunakan memenuhi kebutuhan. Penggunaan lahan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu penggunaan lahan untuk pertanian dan penggunaan lahan bukan untuk pertanian.

1.   Penggunaan lahan untuk pertanian
Penggunaan lahan pertanian di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pertanian sederhana dan pertanian maju.

a.   Pertanian sederhana
Pertanian sederhana yang sering disebut pertanian primitif adalah pertanian yang dilakukan dengan meng- gunakan peralatan sederhana, seperti parang, sabit, cangkul, dan sejenisnya.
Pertanian sederhana ini ada yang dilaksanakan secara berpindah-pindah dan ada yang secara menetap.
1)   Pertanian sederhana berpindah-pindah adalah pertanian yang dilakukan dengan cara membuka hutan milik desa dengan menebang pohon-pohon kemudian mem- bakarnya. Tanah yang telah dibuka diratakan secara sederhana, tidak diolah lagi karena masih terdapat humus di bagian atas tanah sehingga kesuburannya dimanfaatkan untuk penanaman benih.
2)   Pertanian sederhana menetap adalah pertanian yang dilakukan pada satu tempat atau lokasi yang sama (tetap). Lahan yang digarap sudah terbatas pada lokasi tertentu karena sudah sukar memperoleh lahan baru sebagai lahan garapan. Jenis tanaman yang umumnya ditanam pada pertanian menetap adalah tanaman makanan pokok penduduk di sekitar lokasi yang mendiami lahan pertanian menetap. Misalnya, padi gogo rancah (padi yang ditanam di kebun atau tegalan tanpa air), pisang, ubi kayu, dan sejenisnya.
b.   Pertanian maju
Pertanian maju adalah pertanian yang dilakukan penduduk dengan menggunakan peralatan dan cara yang lebih baik. Peralatan dan cara yang lebih baik dikenal dengan panca usaha tani, yaitu sistem pengairan yang baik, pemilihan benih, penggunaan pupuk, pengolahan tanah, dan pemberantasan hama.
Pertanian maju dapat dilakukan pada tanah yang belum dialiri air secara baik atau tanah tadah hujan, dan tanah yang sudah dialiri air dengan teratur atau pertanian dengan irigasi.
1)   Pertanian tadah hujan atau yang sering disebut pertanian lahan kering adalah pertanian yang sangat mengandalkan curah hujan, baik ditadah langsung atau dialiri air hasil air hujan. Pertanian tadah hujan, misalnya tegalan dan kebun. Tegalan adalah satu Pasar konkret adalah pasar yang ada/terlihat secara nyata barang yang diperjualbelikan dan terjadi pertemuan secara langsung antara penjual dan pembeli.
cara bercocok tanam di tanah kering dengan mengharapkan air hujan. Tanaman yang umumnya ditanam adalah tanaman jangka pendek, seperti jagung, ketela, dan kacang. Kebun adalah salah satu cara bercocok tanam yang dilakukan di sekitar tempat tinggal penduduk atau penggarap. Tanaman yang sering ditanam adalah kopi dan cokelat, kadang juga ditanam tanaman dengan tumpang sari, seperti kacang tanah, kacang hijau, dan jagung. Holtikultura adalah salah satu usaha pertanian di lahan kering untuk menanam tanaman yang dibutuhkan sehari- hari, misalnya sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat lainnya.
2)   Pertanian dengan irigasi atau pertanian lahan basah adalah pertanian yang menggunakan air secara terus-menerus sesuai dengan kebutuhan. Daerah pertanian ini sudah tersedia aliran air yang teratur sehingga mudah mengatur waktu tanam tanpa tergantung pada datangnya hujan.


2.   Penggunaan lahan bukan untuk pertanian
Penggunaan lahan bukan untuk pertanian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai tempat tinggal, tempat melakukan produksi barang dan jasa, tempat rekreasi, dan sebagainya. Penggunaan lahan tersebut, seperti penggunaan untuk perumahan, perindustrian, dan jasa.
a.   Penggunaan lahan untuk perumahan
Lahan untuk perumahan semakin banyak dibutuhkan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Perumahan dibangun di beberapa lokasi baik di perkotaan maupun di pinggir kota bahkan di pedesaan.
b.   Penggunaan lahan untuk industri
Lahan untuk industri sangat banyak dibutuhkan karena semakin meningkatnya jumlah pabrik dan industri lainnya yang dibangun. Pembangunan pabrik dan industri selain dimaksudkan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan manusia, juga dapat membuka lapangan kerja, memberi kesempatan berusaha bagi penduduk, meningkatkan pendapatan penduduk, menunjang pem- bangunan daerah, serta memanfaatkan sumber alam dan sumber daya manusia yang ada. Penggunaan lahan untuk pabrik dan industri biasanya digunakan untuk pembangunan gedung, gudang, rumah pegawai, kantor administrasi, dan sebagainya.
c.   Penggunaan lahan untuk jasa
Penggunaan lahan untuk jasa juga memerlukan lahan yang banyak. Lahan untuk jasa transportasi, misalnya lalu lintas darat, seperti jalan, terminal, halte, stasiun, jalan kereta api, dan sebagainya. Lahan jasa perdagangan, seperti pertokoan, warung, pasar, gudang, dan sebagai- nya. Lahan jasa pendidikan, seperti sekolah, kampus, gedung pendidikan kursus, perpustakaan, dan lapangan olah raga. Lahan jasa untuk keagamaan, seperti masjid, mushola, gereja, kapel, pura, dan klenteng. Lahan jasa kesehatan, seperti puskesmas, poliklinik, rumah sakit, dan apotek. Lahan jasa untuk tempat rekreasi, seperti gedung kesenian, gedung bioskop, taman, dan kebun binatang. Lahan jasa pemerintahan dan swasta, seperti gedung pemerintah (kantor RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, sampai Menteri dan Presiden), dan gedung swasta. Lahan jasa untuk keamanan, seperti pos ronda, pos dan kantor polisi, markas tentara, dan gedung untuk penyimpanan alat perang dan perbekalan tentara dan polisi.

C.  Pola Pemukiman Penduduk
Pemukiman penduduk sering disamakan dengan perumahan penduduk, namun sebenarnya keduanya berbeda. Dalam Undang-Undang No. 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman menyebutkan pengertian pemukiman dan perumahan. Perumahan adalah sekelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan. Sedangkan pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik dalam lingkup ruang pemukiman maupun perkantoran yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri- kehidupan dan penghidupan.
Pola pemukiman penduduk secara garis besar dapat berupa pola pemukiman yang memanjang, pola pemukiman terpusat, pola pemukiman linear, dan pola pemukiman mengelilingi fasilitas.
1.   Pola pemukiman yang memanjang
Pemukiman yang memanjang adalah pemukiman penduduk yang berupa deretan rumah memanjang, umumnya mengikuti keadaan alam atau lingkungan fisik di sekitarnya yang bentuknya memanjang. Misalnya, pola pemukiman yang memanjang mengikuti garis pantai, pemukiman sejajar jalan, dan pemukiman sejajar sungai.
2.   Pola pemukiman terpusat
Pola pemukiman terpusat umumnya terjadi pada penduduk yang seketurunan, atau senasib karena bencana alam. Pola pemukiman ini banyak dijumpai di daerah pegunungan yang dahulu hanya ditempati seseorang kemudian berkembang dengan membangun rumah sesuai kebutuhan yang terus berkembang. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman terpusat adalah pertanian ladang, perkebunan, dan peternakan
3.   Pola pemukiman linear
Pola pemukiman linear pada awalnya berasal dari pola pemukiman sejajar jalan raya kemudian berkembang secara alamiah atau tanpa perencanaan sebelumnya. Lahan yang digunakan untuk membangun rumah pada tahap perkembangan menjadi pola pemukiman linear adalah lahan pertanian di luar lahan pemukiman. Pemu-kiman yang muncul berderet di belakang rumah yang lama yang berada sejajar jalan raya. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman linear adalah pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, dan jasa.
4.   Pola pemukiman mengelilingi fasilitas

Pola pemukiman penduduk yang mengelilingi fasilitas adalah pola pemukiman yang terbentuk karena adanya fasilitas kehidupan yang menyebabkan berkembangnya perumahan, seperti sumber air, danau, waduk, pasar, pertokoan, sekolah, kampus, gedung olah raga, gedung pemerintahan, dan fasilitas kehidupan lainnya.


Entri yang Diunggulkan

Makalah Manajemen Sumber Daya Manusia

Posting Populer