Senin, 23 Mei 2011

Batasi bandwidth tanpa MIKROTIK

Suatu hari di warnet saya yang pada waktu itu tidak begitu ramai (hanya terisi 6 klien dari 11 klien) saya sedang enak-enaknya browsing, eh tiba-tiba internetnya down. Buat buka Google aja lama banget. Langsung saya dikomplain sama user-user saya. Saya juga bingung dan panik. Lalu saya konfirmasi ke Telkom 147 apakah jaringan internet sedang ada gangguan (kebetulan saya pake Speedy Unlimited). Dan ternyata pihak Telkom mengatakan bahwa jaringan internet tidak ada gangguan. Saya bingung, kenapa ya koneksi internet saya kok lemot banget? Padahal yang lainnya tidak ada masalah.



Kemudian saya cek hub-nya. Dan saya lihat LED indikator link-nya agak aneh. Diantara 6 lampu indikator, hanya satu indikator yang berkedip paling cepat. Indikator lain hanya berkedip jarang-jarang. Saya curiga, kenapa ya kok cuma LED yang satu ini berkedipnya cepet banget? Trus yang berkedipnya cepet itu cuma pada LAN klien nomor 3. Lalu klien nomor 3 saya cek pake billing. Dan busyet, ternyata klien 3 buka situs buanyak sampe windownya kecil-keciilll gitu. Lalu saya berpikir, ohh ternyata ini toh penyebabnya kenapa kok internet tiba-tiba down. Karena klien nomor 3 memakan bandwidth paling banyak sehingga yang lain tidak kebagian sama sekali. Tetapi meskipun begitu, saya tidak bisa berbuat apa-apa karena model jaringan saya dari modem LANGSUNG disebar ke klien. Tanpa dibagi oleh router. Jadi ya kalau ada yang makan bandwidth, yang lain bisa tidak kebagian. Saya mau gimana lagi selain nungguin klien 3 selesai main internetnya. Dan begitu klien 3 sudah selesai, langsung internetnya lancar lagi. Syukurlah, pikirku.

Tapi kemudian saya berpikir, bagaimana kalau kejadian diatas terulang lagi? Solusi yang ada hanyalah dengan membagi rata bandwidth per klien supaya kejadian diatas tidak terulang lagi. Saya mulai googling untuk mencari bandwidth manager, namun hampir semua search result selalu tertuju kepada mikrotik. Selain itu saya tanya ke teman-teman, mereka juga menyarankan supaya saya menggunakan mikrotik. Tapi kalau pakai mikrotik kan berarti harus tambah satu komputer lagi sebagai pembagi bandwidth, kan? Sedangkan di warnet saya sudah tidak ada lagi komputer yang tidak terpakai.

Lalu saya terus berpikir, bagaimana ya caranya supaya bisa membagi bandwidth tanpa harus mengorbankan 1 komputer lagi. Setelah googling selama berhari-hari, akhirnya saya menemukannya juga. Yaitu dengan menggunakan Softperfect Bandwidth Manager. Software ini berguna untuk membatasi kecepatan dan batas maksimum download yang digunakan, dan tanpa harus menggunakan satu komputer lagi sebagai pembagi. Sebagai gantinya, software ini harus dipasang di dua komputer, masing-masing untuk Client dan Server. Server digunakan untuk membatasi bandwidth, sedangkan Client digunakan untuk mengatur dan mengontrol batasan bandwidth tersebut. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah langkah-langkahnya :

Pertama, download program Softperfect Bandwidth Manager disini. Disitu dikatakan kita bisa menggunakannya selama 30 hari trial tapi berfungsi dengan penuh (tidak ada batasan fiturnya). Setelah Anda download, maka install aplikasinya. Pada komputer klien (komputer yang akan dibatasi pengaturan bandwidth nya) install yang System Servicenya saja. Sedangkan pada komputer Server (komputer yang berfungsi untuk mengatur pemakaian bandwidth klien) install yang GUI Frontend -nya saja. System Servicenya tidak usah diinstall.
Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut :

Di komputer klien



Di komputer server



Setelah program terinstall di kedua komputer, jalankan programnya yang ada di komputer server. Lalu program akan muncul seperti ini :



Lalu masukkan IP Address komputer klien yang sudah terinstall softwarenya. Misalnya IP address klien adalah 192.168.0.11, maka akan tampak seperti dibawah ini :



Setelah masuk, maka tampilan akan tampak seperti ini :



Nah, mari kita mulai managemen bandwidthnya. Pertama yang harus kita lakukan adalah memberikan akses yang tidak terbatas (bebas) kepada jaringan LAN, karena LAN digunakan untuk menyambungkan komputer kedalam suatu jaringan (misalnya mengcopy lagu dari komputer lain, mengeprint ke printer yang sudah di share, atau Billing). Karena itulah kita harus membuat akses LAN menjadi Unlimited. Caranya adalah sebagai berikut.

Klik tombol 'Add Rule', maka akan tampak seperti ini :



Untuk 'Rule Name' nya kita isi 'LAN', 'Direction' nya diisi 'Both', 'Transfer Rate Limit' diisi 'Unlimited', 'Protocol' kita pilih 'TCP dan UDP', dan untuk 'Interface' nya kita pilih 'Any Interface'. Lalu pilih tab 'Source' dan pilih 'Source Address' nya 'Localhost'.



Dan tab 'Destination' nya kita pilih 'Whole IP range' dan kita isi sesuai dengan LAN range yang kita miliki. Misalnya Range IP kita adalah 192.168.0.1 sampai 192.168.0.255, seperti dibawah ini :



Setelah itu tekan 'OK'. Dengan begitu berarti kita sudah memberi akses full control pada jaringan LAN. Sekarang kita atur managemen bandwidth untuk Internet Upload dan Internet Download. Kita mulai dengan Internet Upload nya. Tekan tombol 'Add Rule' lalu isi seperti dibawah ini :



Untuk nilai 'Transfer Rate Limit' dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya kita kehendaki kecepatan maksimal upload sebesar 2,5 Kbps, maka kita masukkan nilainya sebesar 2500. Lalu untuk Tab 'Source' nya kita pilih 'Localhost' sedangkan Tab 'Destination' nya kita pilih 'Any IP Address'. Lalu tekan 'OK'.

Sekarang kita kecepatan maksimal downloadnya. Langkah-langkahnya sama seperti pada proses membatasi kecepatan uploadnya, hanya saja ada beberapa hal yang diganti. 'Rule Name' nya kita isi 'Internet Download', 'Direction' kita pilih 'Incoming', 'Transfer Rate Limit' nya kita isi 5400 yang berarti 5,4 Kbps (nilai ini bisa kita ubah-ubah lagi sesuai dengan keinginan kita), Tab 'Source' kita pilih 'Any IP Address' dan Tab 'Destination' kita pilih 'Localhost'. Ini berarti kebalikan dari proses upload yang tadi. Lalu tekan OK. Jika semua langkah-langkah tersebut diatas Anda ikuti dengan baik, maka akan tampak seperti dibawah ini :



Jika sudah benar, maka Anda telah berhasil membagi bandwidth komputer klien Anda, sehingga tidak terjadi rebutan dan monopoli antar pemakai bandwidth. Untuk instalasi ke komputer klien yang lain, caranya sama, dan ingat, cukup install 'System Services' nya saja di komputer klien, dan cukup install 'GUI Frontend' saja di komputer Servernya. Nah, berarti untuk membagi bandwidth tidak harus pake mikrotik dan mengorbankan satu unit komputer lagi bukan?

Selamat Mencoba !

Sumber: http://junk-sites.blogspot.com/2008/08/batasi-bandwidth-tanpa-mikrotik.html

4 komentar:

  1. ane pake firefox di thorttle gan

    BalasHapus
  2. Kalau downloadnya selain pake browser firefox emang bisa batasin banwidth gan?

    BalasHapus
  3. Mantap gan ..
    lumayan 30 hari, kira2 ada craknya ga yah >.<
    Thx infonya gan :)

    BalasHapus
  4. unable to connect (code:10060, Error: Connection timed out) itu kenapa ya?

    BalasHapus

Entri yang Diunggulkan

Makalah Manajemen Sumber Daya Manusia

Posting Populer