Rabu, 06 Mei 2015

Lembaga - Lembaga Negara

Perundang-undang
Lembaga
Aspek
Ciri-ciri perubahan
Sebelum
Sesudah
DPR
Kedudukan

kekuasan membuat undang-undang dipegang oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang untuk berlakunya undang-undang itu harus mendapat pengesahan terlebih dahulu oleh Presiden
kekuasaan legislasi ada ditangan DPR dengan persetujuan dari presiden (Pasal 20 ayat (1)
Fungsi
mencirikan demokrasi modern ini memperkenalkan nama
badan legislatif atau badan pembuat undang-undang kepadanya, fungsi ini dapat diartikan
sebagai fungsi legislasi. Melalui fungsi ini parlemen menunjukkan bahwa dirinya sebagai wakil
rakyat dengan memasukkan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang diwakilinya kedalam
pasal-pasal undang-undang
§  Memberikan persetujuan atas RUU yang diusulkan presiden.
§  Memberikan persetujuan atas PERPU.
§  Memberikan persetujuan atas Anggaran.
§  Meminta MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban presiden.
§  Tidak disebutkan bahwa DPR berwenang memilih anggota-anggota BPK dan tiga hakim pada Mahkamah Konstitusi.
keanggotaan
Anggota berjumlah 560 (lima ratus enam puluh) orang.
Anggota berjumlah 560 (lima ratus enam puluh) orang.
MPR
Kedudukan
MPR berdasarkan UUD 1945 merupakan lembaga tertinggi negara dan sebagai pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat




MPR tidak lagi memiliki kewenangan menetapkan GBHN dan tidak lagi mengeluarkan Ketetapan MPR (TAP MPR), kecuali berkenaan dengan menetapkan Wapres menjadi Presiden, memilih Wapres apabila terjadi kekosongan Wapres, atau memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersama-sama. 
Fungsi
Sebelum: 1) Menetapkan Undang-Undang Dasar; 2) Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara; 3) Memilih (dan mengangkat) presiden dan wakil Presiden.
1) Mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 (Pasal 3 ayat 1 Perubahan Ke III UUD 1945); 2) Melantik Presiden dan Wakil Presiden (Pasal 3 ayat (2) Perubahan III dan IV UUD 1945); 3) Dapat memberhentikan Presiden dan atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD (Pasal 3 ayat 3 Perubahan ke III UUD 1945); 4) Memilih Presiden atau Wakil Presiden pengganti sampai terpilihnya Presiden dan atau Wakil Presiden sebagaimana mestinya (Pasal 8 ayat 3 Perubahan Keempat).
Keanggotaan
MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. Keanggotaan MPR diresmikan dengan keputusan Presiden. Sebelum reformasi, MPR terdiri atas anggota DPR, utusan daerah, dan utusan golongan, menurut aturan yang ditetapkan undang-undang. Jumlah anggota MPR periode 2009–2014 adalah 692 orang yang terdiri atas 560 Anggota DPR dan 132 anggota DPD. Masa jabatan anggota MPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR yang baru mengucapkan sumpah/janji.
Anggota MPR sebelum memangku jabatannya mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung dalam sidang paripurna MPR. Anggota MPR yang berhalangan mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama, mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pimpinan MPR.
MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. Keanggotaan MPR diresmikan dengan keputusan Presiden. Sebelum reformasi, MPR terdiri atas anggota DPR, utusan daerah, dan utusan golongan, menurut aturan yang ditetapkan undang-undang. Jumlah anggota MPR periode 2009–2014 adalah 692 orang yang terdiri atas 560 Anggota DPR dan 132 anggota DPD. Masa jabatan anggota MPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR yang baru mengucapkan sumpah/janji.
Anggota MPR sebelum memangku jabatannya mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama yang dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung dalam sidang paripurna MPR. Anggota MPR yang berhalangan mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama, mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pimpinan MPR.
MA
Kedudukan
Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman yang berpuncak pada Mahkamah Agung memegang kekuasaan kehakiman [Pasal 24 (1)]. Lembaga ini dalam tugasnya diakui bersifat mandiri dalam arti tidak boleh diintervensi atau dipengaruhi oleh cabang-cabang kekuasaan lainnya, terutama eksekutif [Penjelasan UUD 1945 Bab IX Pasal 24 dan 25].
MA memegang kekuasaan kehakiman bersama dengan Mahkamah Konstitusi [pasal 24 (2)***]. MA membawahi peradilan dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, dan lingkungan peradilan tata usaha negara [pasal 24 (2)***].
Fungsi
Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, mengujiperaturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh Undang-Undang
Mengajukan 3 orang anggotaHakim Konstitusi
Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberikan grasi danrehabilitasi
Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, mengujiperaturan perundang-undangandi bawah Undang-Undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh Undang-Undang
Mengajukan 3 orang anggotaHakim Konstitusi
Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberikangrasi dan rehabilitasi
Keanggotaan
Pimpinan, Hakim Anggota, Panitera dan seorang Sekertaris. Adapun jumlah Hakim Agung paling banyak 60 orang
Pimpinan, Hakim Anggota, Panitera dan seorang Sekertaris. Adapun jumlah Hakim Agung paling banyak 60 orang
BPK
Kedudukan
Kedudukan BPK sebelum amandemen UUD 1945
Lembaga tinggi dan tertinggi negara
Kedudukan BPK setelah amandemen UUD 1945
Lembaga Negara / Penyelenggara Negara
Fungsi
1. Memantau pengelolaan Keuangan.
2. Pemeriksaan dan pengevaluasi Keuangan.
3. Pembina pengelolaan keuangan dan badan badan usaha kwartir.
mengaudit seluruh keuangan negara semuanya boleh KECUALI PAJAK, BPK sudah mengajuan judicial review ke MK agar dapat mengaudit PAJAK cuma MK menolak karena melanggar UU Perpajakan... momentum yang baik untuk mendorong MK agar memperbolehkan BPK mengaudit pajak..
Keanggotaan
BPK mempunyai 9 orang anggota, dengan susunan 1 orang Ketua merangkap anggota, 1 orang Wakil Ketua merangkap anggota, serta 7 orang anggota. Anggota BPK memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.
BPK mempunyai 9 orang anggota, dengan susunan 1 orang Ketua merangkap anggota, 1 orang Wakil Ketua merangkap anggota, serta 7 orang anggota. Anggota BPK memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Makalah Manajemen Sumber Daya Manusia

Posting Populer