Selasa, 05 April 2016

Pengaruh Globalisasi Terhadap Perilaku Pelajar

Kata Pengantar

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah Bahasa Indonesia yang berjudul Pengaruh Globalisasi Terhadap Perilaku Pelajar.

Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran PKn. Dalam makalah ini diuraikan tentang Pengaruh Globalisasi terhadap nilai moral suatu bangsa, mencakup tentang Pengaruh Positif, dan cara Menaggulangi pengaruh Negatif Globalisasi.

Penyusun menyadari, penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, serta masih banyak kekurangan. Penyusun mohon kritik dan saran dari rekan-rekan semua kearah kesempurnaan makalah ini.

Penyusun mengucapkan terimakasih kepada Bapak Mata Pelajaran PKn atas bimbingannya, dan juga kepada rekan-rekan yang terlibat didalamnya, sehingga makalah ini bisa tersusun.

Akhirnya penyusun berharap, makalah ini bisa bermanfaat bagi penyusun sendiri ataupun semua pihak yang memerlukan.



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PEMBAHASAN
“PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PERILAKU PELAJAR”
DAFTAR PUSTAKA




Globalisasi pada hakikatnya merupakan suatu proses dari gagasan yang dimunculkan kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Globalisasi ini memiliki dampak positif dan dampak negatif .

Globalisasi yang memiliki dua sisi mata uang (positif dan negatif) juga menjadi penyebab infiltrasi budaya tidak terbendung. Budaya-budaya sedemikian cepat dan mudah saling bertukar tempat dan saling memengaruhi satu sama lain. Termasuk budaya hidup barat yang liberal dan bebas merasuki budaya ketimuran yang lebih cenderung teratur dan terpelihara oleh nilai-nilai agama. Dampak negatif dari arus globalisasi yang terlihat miris adalah perubahan yang cenderung mengarah pada krisis moral dan akhlak, sehingga menimbulkan sejumlah permasalahan kompleks melanda negeri ini akibat moral. 

Dapat di contohkan mulai dari hal kecil seperti anak-anak sekolah yang membolos pada jam pelajaran, sampai dengan korupsi. Selain itu terdapat pula tindakan-tindakan kriminal yang setiap hari biasa kita lihat. Hal ini membuktikan bahwa krisis moral telah dan sedang melanda bangsa ini. Kita sebagai mahasiswa harus turut andil dalam memahami gejolak-gejolak globalisasi yang sudah melanda pada saat ini.

Dampak positif dari globalisasi ini sangat baik untuk di tiru oleh para remaja saat ini.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. 

1. Remaja akan lebih mudah mendapatkan info.
2. Remaja dapat memperoleh pengetahuan lebih mudah dan cepat.
3. Remaja akan lebih cepat berkembang dalam menghadapi teknologi yang terus berkembang.

Dampak "globalisasi" atau "kesejagadan" tentu ada pengaruh positif pada remaja saat ini. Seyogyanya remaja sudah diberi pengetahuan dan bekal untuk dapat membedakan dan memilih mana-mana yang baik dan benar dan mana-mana yang tidak baik dan tidak sesuai. Sehingga globalisasi memberikan manfaat sebesar-besarnya membuat remaja terbuka cakrawalanya dan tidak picik serta "chauvinistic" bahwa dunia ini adalah milik umat manusia bukan milik golongan bangsa tertentu, golongan yang berideologi tertentu, golongan yang beragama tertentu ! Dunia adalah milik umat manusia keseluruhannya.

Sedangkan Dampak negatif dari globalisasi. Dampak ini buruk bagi perkembangan remaja saat ini. Dampaknya adalah sebagai berikut :

1.Terserang virus sms atau chat di internet atau handphone.
2.Terserang virus pornografi dan pornoaksi yang banyak menyebar dari perkembangan teknologi.
3. Karena remaja berkembang terlalu cepat, maka sang remaja cepat dewasanya.

Jika dilihat dari segi sistem pendidikan yang ada di Inonesia, sistem pendidikan kita selama ini masih lebih menitikberatkan dan menjejalkan pada penguasaan kognitif akademis. Sementara afektif danpsikomotorik seolah-olah dinomorduakan. Sehingga yang terjadi adalah terbentuknya pribadi yang miskin tata krama, sopan santun, dan etika moral.

Sedikit melihat kehidupan Indonesia tempo dulu. Sejak dulu, Indonesia sudah dikenal di seluruh penjuru dunia sebagai negeri yang ramah, sopan, dan berbudi. Karena hal itu lah banyak orang-orang asing kagum dan tertarik untuk berkunjung ke negara kita. Melihat kehidupan masyarakat pedesaan yang penuh ketenangan dan kedamaian menjadi cermin perilaku masyarkat Indonesia. Praktek tolong-menolong atau gotong-royong masih melekat kuat dalam diri dan kebiasaan masyarakat desa.

Namun yang terjadi di Indonesia saat ini adalah generasi muda lebih tertarik akan adat kebiasaan negeri lain yang sebenarnya tidak sesuai dengan adat istiadat dan etika bangsa kita. Mereka menganggap lebih keren dan modern, baik itu gaya hidup maupun tingkah lakunya. Karena hal itulah, timbul pergaulan bebas di kalangan remaja (pelajar) dan mempengaruhi pikiran serta tingkah laku generasi muda. Merosotnya moral pada generasi muda membuat Indonesia akan semakin terpuruk dan memiliki masa depan yang suram.

Berikut ada beberapa fakta mengenai menurunnya etika dan moral pelajar/ mahasiswa yang di dapat dari berbagai masyarakat:

1. 15-20 persen dari remaja di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah
2. 15 juta remaja perempuan usia 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya
3. Hingga Juni 2009 telah tercatat 6332 kasus AIDS dan 4527 kasus HIV positif di Indonesia, dengan 78,8 persen dari kasus-kasus baru yang terlaporkan berasal dari usia 15-29 tahun
4. Diperkirakan terdapat sekitar 270.000 pekerja seks perempuan yang ada di Indonesia, di mana lebih dari 60 persen adalah berusia 24 tahun atau kurang, dan 30 persen berusia 15 tahun atau kurang
5. Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia di mana 20 persen diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja
6. Berdasarkan data kepolisian, setiap tahun penggunaan narkoba selalu naik. Korban paling banyak berasal dari kelompok remaja, sekitar 14 ribu orang atau 19% dari keseluruhan pengguna.
7. Jumlah kasus kriminal yang dilakukan anak-anak dan remaja tercatat 1.150 sementara pada 2008 hanya 713 kasus. Ini berarti ada peningkatan 437 kasus. Jenis kasus kejahatan itu antara lain pencurian, narkoba, pembunuhan dan pemerkosaan.
8. Sejak Januari hingga Oktober 2009, Kriminalitas yang dilakukan oleh remaja meningkat 35% dibandingkan tahun sebelumnya, Pelakunya rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun.

Sumber: Warta warga Universitas Gunadarma Jakarta

Dari beberapa fenomena yang telah dipaparkan di atas, jelas bahwa kondisi pelajar di Indonesia saat ini terlihat bahwa semakin bobroknya etika, moral, dan akhlak bangsa Indonesia.

Selain itu, dapat pula kita ketahui bahwa terdapat beberapa faktor dari adanya globalisasi, antara lain adalah: 
Masuknya pola pergaulan budaya asing atau budaya barat, seperti anak-anak sekolah yang bermain sampai malam (misalnya ke cafĂ©) tanpa sepengetahuan orang tuanya. 
Perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas budi pekerti pelajar. Padahal perkembangan teknologi memang sangat dibutuhkan bangsa ini untuk dapat terus bersaing di era globalisasi 
Derasnya arus media komunikasi yang masuk ke Indonesia. Bisa dicontohkan seperti handphone yang dilengkapi dengan fitur-fitur yang canggih seperti kamera, video, internet, dan juga yang sedang menjadi trend para pelajar saat ini adalah BBM, line, dan lain sebagainya. 
Cara berpakaian anak muda dalam hal ini atau pelajar yang sekarang tidak lagi menjunjung tinggi nilai kesopanan, kebanyakan mereka berpakaian secara minim dan ketat. Dapat dicontohkan saja seragam sekolah yang mereka pakai ketika di sekolah. Pakaian seragam yang harusnya formal, kadang dibuat “neko-neko”, seperti baju yang dibuat ketat, dan rok yang dibuat lebih pendek. 

Dari faktor diatas dapat kita ketahui bahwa kebudayaan barat mudah sekali keluar masuk ke Indonesia secara bebas. Sehingga menyebabkan kebudayaan yang ada di Indonesia semakin luntur, dan nilai-nilai Pancasila tidak lagi dijadikan sebagai pedoman hidup generasi muda Indonesia.

Krisis moral terjadi juga karena nilai-nilai Pancasila sekarang ini mulai luntur dan tidak lagi diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila yang seharusnya sebagai pedoman hidup dan falsafah bangsa kini hanya sebagai semboyan belaka. Dalam bertindak, kebanyakan orang sudah tidak mengindahkan asas Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Jati diri bangsa sekarang ini telah luntur, sehingga timbul perilaku amoral yang merugikan orang lain dan membuat semakin terpuruknya negeri ini.

Selain lingkungan keluarga dan sekolah yang juga menanamkan etika, moral, dan akhlak ada pula lingkungan masyarakat. Anak akan tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan masyarakat. Ada 5 pranata sosial yang terdapat di lingkungan masyarakat, salah satunya yaitu pranata moral dan etika. Pranata moral dan etika bertugas untuk mengurusi dan penyikapan nilai seseorang dalam pergaulan masyarakat. Dengan demikian peranan masyarakat dalam penanaman etika, moral, dan akhlak pada diri seseorang sangat berpengaruh.

Yang terakhir adalah peran pemerintah. Pemerintah harus tanggap dan sigap terhadap permasalahan moral para generasi muda yang semakin menurun. Melalui Kementerian Pendidikan Nasional, pemerintah harus mengkaji dan menelaah serta memberikan kebijakan-kebijakan yang mampu meningkatkan moralitas generasi muda. Agar tujuan yang diharapkan akan tercapai dan menghasilkan keluaran sumber daya manusia yang bermutu, berbudi luhur dan beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Karena pribadi yang terdidik secara moral adalah pribadi-pribadi yang telah belajar dan siap untuk bertindak dengan cara-cara tertentu, sekaligus sadar dan bangga akan segala nilai dan tindakan-tindakannya (Cheppy Haricahyono, 1995:360)


DAFTAR PUSTAKA
http://nurahmanclass3o.blogspot.com/2014/01/pengaruh-globalisasi-terhadap-perilaku.html
http://bethidianparamita.blogspot.com/2013/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
http://vincentdr.weebly.com/gunadarma/pengaruh-globalisasi-terhadap-perilaku-pelajar

LENONG BETAWI





A.Pengertian

Lenong adalah kesenian teater tradisional atau sandiwara rakyat Betawi yang dibawakan dalam dialek Betawi yang berasal dari Jakarta, Indonesia.

B.Sejarah

Lenong merupakan teater rakyat / tradisional. Lenong berasal dari nama salah seorang Saudagar China yang bernama Lien Ong. Konon, dahulu Lien Ong lah yang sering memanggil dan menggelar pertunjukan teater yang kini disebut Lenong untuk menghibur masyarakat dan khususnya dirinya beserta keluarganya. Pertunjukan lenong dibagi atas tiga bagian yaitu sebagai pembukaan dimainkan lagu-lagu berirama Mars secara instrumental untuk mengundang penonton datang. Setelah itu dimainkan lagu-lagu hiburan. Terakhir lakon. Pada awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita kerajaan, baru kemudian memainkan cerita kehidupan sehari-hari.

Lenong berkembang sejak akhir abad 19 atau awal abad 20. Seni teater mungkin merupakan adaptasi oleh masyarakat Betawi seni yang sama seperti "komedi bangsawan" dan "teater opera" yang sudah ada pada saat itu. Selain itu, Firman Muntaco, seniman Betawi, menyatakan bahwa berevolusi dari proses teater lenong musik Gambang Kromong dan sebagai tontonan sudah dikenal sejak 1920-an.

Pertunjukan lenong biasanya untuk memeriahkan pesta. Dahulu lenong sering ngamen. Pertunjukan ngamen ini dilakukan bukan untuk memeriahkan pesta tetapi untuk memperoleh uang. Penonton yang menyaksikan pertunjukan akan diminta uang sukarela. 

Pertunjukan diadakan di udara terbuka tanpa panggung. Ketika pertunjukan berlangsung, salah seorang aktor atau aktris mengitari penonton sambil meminta sumbangan secara sukarela. Selanjutnya, lenong mulai dipertunjukkan atas permintaan pelanggan dalam acara-acara di panggung hajatan seperti resepsi pernikahan. Baru di awal kemerdekaan, teater rakyat ini murni menjadi tontonan panggung.



Setelah sempat mengalami masa sulit, pada tahun 1970-an, kesenian lenong yang dimodifikasi mulai dipertunjukkan secara rutin di panggung Taman Ismail Marzuki, Jakarta.Selain menggunakan unsur teater modern dalam plot dan tata panggungnya, lenong yang direvitalisasi tersebut menjadi berdurasi dua atau tiga jam dan tidak lagi semalam suntuk.

Selanjutnya, lenong juga menjadi populer lewat pertunjukan melalui televisi, yaitu yang ditayangkan oleh Televisi Republik Indonesia mulai tahun 1970-an.

Pada hakikatnya lenong dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

1. Lenong Preman

Lenong Preman diasumsikan cerita berdasarkan sudut pandang masyarakat menengah ke bawah zaman dahulu.

Gaya bahasa yang digunakan cenderung kasar ( bahasa sehari-hari ), seperti elu, gue, bangsat, dan lain sebagainya. Ciri lain lenong preman adalah penggunaan huruf vocal ‘a’ di setiap akhir kata, misal ; ‘ngapa’, ‘mana’, ‘siapa’, dengan pengucapan suku kata terakhir dipanjangkan. Lenong preman masyarakat pinggiran tidak mengenal teks tertulis. Sutradara hanya sekedar menyampaikan sinopsis secara lisan, dan menentukan aktor dan aktris yang akan memainkan tokoh-tokoh dalam cerita. Selebihnya, aktor dan aktris, utama atau pendukung, mengandalkan improvisasi. Yang paling khas dari lenong preman adalah selalu ada perkelahian, karena cerita yang dimainkan tentang jawara,-jagoan kampung dalam sistem kekuasaan masyarakat Betawi- versus centeng,-tukang kepruk yang bekerja untuk tuan tanah.

Biasanya pertunjukan ditampilkan di tempat dimana masyarakat berkumpul. Panggung pertunjukan berupa ‘panggung arena’, yang hanya beralaskan rumput/tikar, dengan penerangan obor/lampu minyak dan dikelilingi oleh penontonyang duduk berkumpul menyerupai tapal kuda. Busana yang dikenakan tidak ditentukan oleh sutradara dan umumnya berkisah tentang kehidupan sehari-hari. 

Contoh Lenong Preman : Cerita Si Pitung, Abang Jampang, Wak Item, dan lain-lain.

Lenong preman Betawi tidak bisa diterima masyarakat Betawi Tengah. Penolakan disebabkan beberapa hal. Pertama, lenong preman pinggiran relatif sekulerm dengan kehidupan panjak-nya yang melanggar norma. Panjak adalah pekerja lenong yang terdiri dari aktor, aktris, dan pemain music gambang kromong. Kedua, penggunaan bahasa Betawi rendahan. Orang Betawi tengah memandang sinis bahasa Betawi rendahan yang menurut mereka tak santun. Ketiga, adegan dalam lenong preman pinggiran cenderung mengeksploitasi kekerasan dan tidak mengajarkan etika.

Namun dalam perkembangannya ada proses rekacipta terhadap lenong preman pinggiran. Lenong preman pinggiran ditampilkan dengan dialek Betawi tengah yang lebih santun, serta disesaki muatan relijius di setiap drip,-bagian dari babak dalam lenong. Misalnya, penggunaan kata ‘assalamualikum’ dan tradisi cium tangan dengan orang yang lebih tua. Bahasa yang digunakan juga relatif santun, dengan huruf vocal ‘e’ di akhir kata, dan kental pengaruh Arab. Misalnya, ‘ane’, ‘ente’, ‘kite’, untuk menyebut saya, kamu, dan kita.


B. Lenong Denes (dinas)

Adalah pertunjukan teater dimana cerita berisi mengenai dinamika pemerintah yang saat itu dipegang oleh penjajah. Namun demikian, cerita yang diusung tetap mengenai sisi perlawanan masyarakat terjajah. Gaya bahasa yang digunakan cenderung halus, seperti saya-anda, tuan, dan lain-lain.

Lenong Denes diasumsikan berdasarkan sudut pandang golongan menengah atas. Aktor dan aktrisnya umumnya mengenakan busana formal dan kisahnya ber-seting kerajaan atau lingkungan kaum bangsawan, Contoh lenong denes : Cerita 1001 malam, dan lain-lain.



C. Alat musik pengiring Lenong

Sejak awal keberadaannya, Pertunjukan lenong diiringi oleh gambang kromong, maka gambang kromong disebut sebagai orkes pengiring. Gambang kromong banyak dipengaruhi oleh unsur alat musik Cina. Alat musik itu antara lain : tehyan, kongahyan dan sukong. Selebihnya alat musik kempor, ningnong dan kecrek. Kuatnya unsure cina ini, karena dahulu orkes gambang kromong dibina dan dikembangkan oleh masyarakat keturunan cina.


D.LAKON

Dalam lakon lenong, skenario lenong umumnya mengandung pesan moral, yaitu menolong yang lemah, membenci kerakusan dan perbuatan tercela.

E. Bahasa yang digunakan 

Dalam pementasannya, Lenong Betawi biasanya menggunakan bahasa melayu atau yang sekarang sering disebut bahasa Indonesia tetapi menggunakan dialek khas betawi.



F. Seniman lenong 

Beberapa seniman Lenong Betawi terkenal yang lahir dan terkenal dari kesenian ini cukup banyak antara lain : H. Bokir (alm), Mpok Nori sampai Mandra. Namun tokoh dalam bidang ini siapa lagi kalau bukan H.M. Nasir T (Bang Nasir).



G. Cuplikan Gambar Teater Lenong Betawi












Minggu, 20 Maret 2016

Contoh Autobiografi

AUTOBIOGRAFI SURAHMAN

Nama saya  Surahman, Saya lahir di Lampung, 23 April 1999, teman-teman saya di sekolah memanggil saya Man atau Rahman. Kalau di rumah di panggil Aprian. Saya anak pertama dari tiga bersaudara, Ayah saya Tiono  dan Ibu saya Eva Maria. Ayah saya adalah seorang Karyawan Swasta dan Ibu saya sekarang hanya seorang Karyawan Swasta. Saya miliki dua orang adik bernama Heri Wijaya dan Azni Ramadhani. Adik saya Heri Wijaya saat ini ikut nenek di lampung dan sekolah SDN Mataram Baru Lampung. Dan adik saya yang bungsu masih dalam asuhan ibu saya, umurnya sekitar 2 tahun.  Saat ini saya tinggal di perumahan Sepatan Residence Blok F5 Ds. Pisangan Jaya Kec. Sepatan Kabupaten Tangerang.
Mengenai hobbi saya bermain bola dan bulutangkis. Saya gemar bermain bola dan bermain bulu tangkis. Saya hobi bermain bola karena mengidolakan klub favorit yaitu Manchester United. Ada pemain yang saya idolakan seperti Cristiano Ronaldo.  Dan olahraga bulu tangkis karena saya mengidolakan Simon Santoso.  Biasanya saya meluangkan waktu untuk bermain keduanya pada saat waktu senggang yaitu pada sore hari bersama kawan-kawan di perumahan.
Sebelum saya tinggal di sepatan Residence, saya tinggal daerah Bugel Galeong pada tahun 2001.  Pertama kali saya memasuki bangku sekolah yaitu di TK Alhasanah di Galeong.  Saya lulus dari TK tersebut pada tahun 2003/2004. Pada saat saya duduk dibangku kelas 3 SD di SDN Bugel 04, orangtua pindah rumah di Perum Sepatan Residence dan orangtua saya mendaftarkan saya melanjutkan sekolah di SDN Sepatan 1.  Dan disini yang menjadi salah satu guru saya adalah Pak Asmar mengajar kelas 6, setelah Saya selesai pada tahun ajaran 2010/2011 jenjang SD dan mendapatkan ijasah.
Saya melanjutkan ke jenjang selanjutnya yaitu di MTS Awwabin Sepatan, yang berada di Kelurahan Sepatan, tepatya berjarak ± 20 m dari Kec Sepatan di mana MTs saya berada. Di MTs saya menimba ilmu selama 3 tahun lamanya, Setelah 3 tahun  tepatnya pada 2013/2014  saya menyelesaikan pendidikan di MTs dan saya mendapatkan izajah MTs.
Setelah lulus dari MTs, kemudian di lanjutkan kejenjang berikutnya yaitu di SMAN 11 Kabupaten Tangerang, yang berada di Sepatan, disitulah Saya mengenakan seragam putih abu-abu dan menuntut ilmu selama 3 th, di SMA inilah Saya dibentuk menjadi seorang siswa didik yang diharapkan mampu bersikap mandiri dan memiliki pengetahuan yang cukup yang dapat menjadi bekal bagi saya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Sampai sakarang saya masih menuntut ilmu di sekolah tersebut. Tepatnya saya berada pada Jurusan IPA bertempat di kelas XI IPA 4. Dan di sini juga saya belajar semua yang ada seperti Belajar mata pelajaran umum, banyak perubahan sikap yang saya rasakan selama belajar di SMA dan mental menjadi semakin dewasa. Selama di SMA ini saya mengikuti Ekskul seperti Rohis yang mengkaji tentang keagamaan dan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah.
Ada satu hal yang saya nikmati, yaitu saya bahagia menjadi diri sendiri. Saya bersyukur dengan apa yang saya punya dan dapatkan saat ini. Saya tidak suka untuk mengikuti gaya yang biasanya teman –teman ikuti. Saya cenderung memilih apa yang menurut saya nyaman.  Saya berharap agar saya dapat seperti mereka yang memiliki ketegaran hati dan semangat yang tinggi sehingga saya kelak dapat diandalkan di kehidupan bermasyarakat.



Senin, 14 Maret 2016

Museum Geologi, Museum, Pos Indonesia, Museum KAA (Konfrensi Asia Afrika)

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb
Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai Museum Geologi, Museum, Pos Indonesia, Museum KAA (Konfrensi Asia Afrika).
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.
Wassalamualaikum Wr.Wb


PROPOSAL KEGIATAN PAGELARAN SENI TARI SMAN 11 KAB. TANGERANG

PROPOSAL KEGIATAN
PAGELARAN SENI TARI
SMAN 11 KAB. TANGERANG

I.             Latar Belakang
Seni merupakan suatu yang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia sebagai makhluk yang penuh imajinasi. Banyak orang yang mengatakan bahwa seni itu indah dan sesungguhnya allah itu indah dan selalu menyukai keindahan, tetapi akankah predikat indah yang dimiliki seni akan dapat dipertahankan mengingat budaya barat yang semakin merajalela bahkan hampir menggeser keberadaan seni dan budaya bangsa yang penuh makna dan bervariasi.

PERKEMBANGAN ISLAM ABAD PERTENGAHAN

KATA PENGANTAR


            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat dan salam senantisa tercurah pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang terlibat dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan.

Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar dalam pembuatan makalah selanjutnya dapat lebih baik. Harapan kami, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kami pada khususnya dan rekan-rekan pada umumnya.

Amin.

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA MODERN

MAKALAH PAI

“ PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA MODERN “

Assalammualaikum.wr.wb

Dengan Mengucapakan Puji Syukur kepada Allah SWT, atas kehendak-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Meskipun banyak sekali kekurangan dan kesalahan didalamnya, namun kami berharap bisa memberikan sedikit penegtahuan tentang hal yang kami tulis ini.
Makalah ini memuat tentang Perkembangan Islam Pada Masa Modern, dimana didalamnya di terangkan tentang proses Perkembangan Islam Pada Masa Modern. Maka dengan hal ini, semoga kita semua akan menjadi lebih mengetahui Proses Perkembangan Isalam Pada Masa Modern.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca dan pendengar. kami menyadari bahwa dalam penuliasan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga  makalah ini dapat bernmanfaat bagi kita semua. Sekian dan terimakasih.

Entri yang Diunggulkan

Makalah Manajemen Sumber Daya Manusia

Posting Populer